download

Pages

kewirausahaan 1

MENGELOLA KONFLIK
Konflik berasal dari bahasa yunani yaitu CONFERGER memukul).secara sosiologis konflik adalah suatu kegiatan social antara 2 pihak atau lebih dimna salah satu pihak ingin menjatuhkan pihak lainnya.
Adapun penyebab-penyebab konflik,yaitu:
1.masalah pribadi
2.masalah organisasi atau perusahaan
3.tersumbatnya jalur komunikasi = karena tidak adanya keterbukaan atau penjelasan
4.perasaan yang terlalu sensitive
5.egoisme
6.perilaku seseorang
7.deskriminasi
8.persaingan
9.perbedaan persepsi atau perbedaan pendapat
10.kebencian

1.PANDANGAN TENTANG KONFLIK
Terdapat 2 pandangan mengenai konflik,yaitu pandangan lama dan pandangan baru.menurut pandangan lama,konflik harus dihapus,sedangkan pandangan baru berpendapat bahwa konflik di perlukan agar organisasi bisa lebih dinamis asal konflik dapt dikelola dengan baik.

Konflik dapat dibedakan menjadi 2,yaitu berikut:
1.konflik fungsional
Konflik fungsional(konflik positif)adalah konflik yang bisa memperbaiki prestasi perusahaan.
2 konflik tidak fungsional
Konflik yang menyebabkan menurunnya (memperburuk)prestasi organisasi .
2.METODE PENGELOLAAN KONFLIK
Secara umum terdapat tiga cara dalam menghadapi komflik:
1.metode stimulasi konflik
2.metode pengurangan atau penekanan konflik
3.Metode penyelesaian konflik
Cara yang di gunakan dalam metode ini adlah sebagai berikut:
a).dominasi dan penekanan
b).kompromi
c).pemecahan masalah integrative



3.CARA DAN LANGKAH – LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK

1.CARA PENYELESAIAN KONFLIK

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan oleh pihak - pihak :

A. RUJUK, merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja sama.
B. PERSUASI.usaha mengubah po-sisi pihak lain,dengan menunjukkan kerugian yang mungkin Timbul,denngan bukti factual
C. TAWAR MENAWAR, suatu penyelesaian yang dapat diterima ke dua pihak
D. PEMECAHAN MASALH TERPADU,usaha menyelesaikan malasah dengan memadukan kebutuhan Kedua belah pihak.
E. PENARIKAN DIRI,yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan.
F. PEMAKSAAN DANPENEKANAN,cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah Dan menyerah secara terpaksa.
G. INTERVENSI(campur tangan ) pihak ketiga.
H. ARBITRASE,Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat.
I. MEDIASI, serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan
J. KONSULTASI,Tujuan untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuna mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik.

2.langkah-langkah penyelesaian konflik:
1.mengidentifikasi masalah
2 .menentukan criteria keberhasilan
3. menentukan criteria keberhasilan
4, menjabarkan alternative tindakan
5. memilih alternative terbaik
6. pecobaan penyempurnaan
7. pelaksanaan
8. evaluasi

0 komentar:

Posting Komentar